Ratusan Pekerja Even Gelar Demo Tuntut Pemkot Solo Revisi Surat Edaran yang Dinilai Diskriminatif

SoeratRakjat.id, Solo – Suara bising memekakkan telinga, sepanjang siang tadi terdengar di sisi utara alun-alun kidul kota Solo. Ratusan pekerja even ini berkumpul menggelar aksi damai, memprotes kebijakan pemerintah kota Surakarta tentang pelonggaran protokol covid 19. Mereka menilai surat edaran pemkot Solo diskriminatif dan merugikan usaha mereka.

Dalam aksinya mereka menuntut agar pemerintah merevisi poin satu dalam surat edaran yang memberikan kelonggaran kepada perhotelan, pasar, mall, sekolah dan fasilitas umum, namun mempersulit perijinan bagi warga untuk menggelar hajatan. Setiap warga yang akan menggelar hajatan harus mengajukan permohonan ke pemerintah kota, dan prosedur ini tentu menyulitkan warga. Proses perijinan yang Panjang ini tentu akan berdampak pada matinya usaha para pekerja even, baik para pengusaha sound system, rias pengantin, video shooting hingga katering.

Masa vakum 6 bulan sudah dianggap cukup bagi mereka untuk tidak bekerja, dan kini saatnya mereka Kembali memulihkan ekonomi mereka. Sejumlah spanduk pun dibentangkan di badan mobil. Tak sekedar nada protes saja, sejumlah spanduk dengan tegas menjelaskan bahwa mereka lebih butuh pekerjaan ketimbang harus berdiam diri di rumah, mengharapkan bantuan pemerintah.

Dengan aksi damai ini, para pekerja even berharap agar aspirasi mereka didengar oleh pemerintah kota Surakarta, sehingga mereka dapat Kembali bekerja dengan tetap memperhatikan dan menjaga protokol Kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here