Wilujengan dan doa bersama petilasan Ki Ageng Pemanahan di pasar depok Solo, Jum'at (27/11)
Wilujengan dan doa bersama petilasan Ki Ageng Pemanahan di pasar depok Solo, Jum'at (27/11)

SOLO, indonesiabaru.id – Sebagai salah satu dari puluhan petilasan di kota Solo, petilasan Ki Ageng Pemanahan, yang berada di kawasan pasar burung Depok Manahan Banjarsari Kota Solo, termasuk petilasan yang kurang dirawat. Namun kini, petilasan ini berubah menjadi elok dan nyaman dikunjungi. Setidaknya sejak Jumat 27 Nopember 2020 pagi tadi, petilasan ini menjadi salah satu pemandangan lain di salah satu sudut pasar hewan di kota Solo ini.

Setelah beberapa pekan direnovasi, pagi tadi petilasan Ki Ageng Pemanahan diresmikan dengan kegiatan doa bersama oleh budayawan kota Solo. Kegiatan yang diprakarsai oleh organisasi Formasi Indonesia Satu ini mendapat perhatian banyak kalangan, termasuk di antarnya dari presiden Joko Widodo, dengan kiriman karangan bunga di salah satu sudut petilasan.

Menurut ketua umum Formasi Indonesia Satu, Endro Sudarmo, di masa walikota Solo dipimpin oleh Joko Widodo, pasar hewan depok ini direnovasi dan dikembangkan menjadi lebih bersih dan rapi. Namun pengerjaan belum selesai, sehingga berdampak pada keberadaan petilasan ini yang juga belum tergarap. Sebagai pelestari budaya Solo, Formasi Indonesia Satu terpanggil untuk melanjutkan program pembangunan presiden Joko Widodo, khususnya petilasan Ki Ageng Pemanahan ini. 

“dulu pasar ini sudah pernah direnovasi namun belum tuntas. Maka kami tergerak untuk melanjutkan renovasi sampai purna, sehingga petilasan ini layak untuk dilihat, dinikmat atau bahkan dipergunakan oleh warga sebagaimana mestinya.” Jelas Endro Sudarmo saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan doa bersama.

Terkait pandemi covid 19 Endro menambahkan, dibandingkan pasar pasar tradisional lainnya pasar hewan depok ini menjadi satu satunya pasar di kota Solo, yang belum pernah kedapatan ada pedagang yang terjangkit virus covid 19. Sehingga dengan doa bersama yang digelar di petilasan Ki Ageng Pemanahan ini diharapkan wabah yang sedang melanda tanah air ini bisa segera selesai. “kita melakukan doa bersama dengan harapan agar warga Solo, serta pada umumnya Indonesia lekas terbebas dari corona.” Tegas Endro.

Sementara itu, spiritualis KRAT Bejo Adi Nagoro menyatakan, warga di kalurahan Manahan telah membentuk paguyuban bende pemanahan, yang nantinya akan menjadi pelestari petilasan ini. Beragam kegiatan bakal diselenggarakan untuk pelestari petilasan yang sudah ada sejak sebelum pasar hewan ini ada.

“Petilasan ini merupakan petilasan yang berbobot. Sehingga keberadaannya di kawasan Manahan, menggugah kesadaran masyarakat sekitar untuk melestarikan budaya yang ada. Maka kami secara swadaya merenovasi petilasan ini, sebagai wujud kepedulian kami dengan peninggalan yang ada.” Kata pria yang juga abdi dalem keraton Kasunanan Surakarta ini.

Ke depannya, petilasan Ki Ageng Pemanahan yang kini diberi tanda dengan pagar besi ini akan digunakan sebagai ragam kegiatan budaya oleh warga di sekitar lokasi. “untuk selanjutnya, setiap bulannya nanti kita mengadakan wilujengan bersama, berdoa kepada Tuhan agar rakyat Solo serta warga Indonesia dibebaskan dari segala bahaya dan penyakit.” Pungkas pria yang memiliki nama kecil Joko Subedjo ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here