Pemuda desa (destana) Kabupaten Magetan ikuti latihan tanggap bencana, Kamis (26/11)
Pemuda desa (destana) Kabupaten Magetan ikuti latihan tanggap bencana, Kamis (26/11)

MAGETAN, indonesiabaru.id – Guna menanggulangi bencana yang bisa terjadi kapan pun dan di wilayah mana pun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan,  Jawa Timur, menggelar pelatihan tanggap bencana kepada masyarakat. BPBD setempat memberi bekal kepada warga pedesaan agar memiliki kompetensi ber-P3K,  sehingga setiap terjadi bencana dapat terlibat dalam mengatasi bencana yang terjadi.

Pelatihan yang digelar pada kali ini difokuskan kepada para pemuda di pedesaan yang tergabung dalam desa tanggap bencana (destana). Latihan ini melibatkan relawan, personil SAR dan personil BPBD digelar di lapangan tembak polres Magetan. Para pemuda digembleng oleh para pelatih, untuk mengikuti rangkaian latihan yang berkaitan dengan tanggap bencana.

“Jadi para pemuda desa yang kami panggil dalam pelatihan ini, sengaja dipilih dari daerah daerah yang wilayahnya memang memiliki potensi terjadinya bencana alam,” jelas kepala BPBD Magetan, Budi Ari Santoso.”

Ditambahkan Budi Ari,  pihaknya sengaja memprioritaskan pemuda yang berasal dari wilayah potensi bencana, dimaksudkan agar mereka cepat melakukan langkah pertolongan dini terhadap kebencanaan. Sebelum Tim SAR, BPBD dan pihak bantuan lain datang ke lokasi, lanjut Budi Ari, pemuda Destana sudah dapat bergerak sehingga sanggup meminimalisir kondisi yang lebih parah.

“Sehingga tercapai sinergitas penanganan bencana, antara warga desa yang terlatih dengan personil BPBD,  SAR dan unsur penanggulangan bencana lainnya,” imbuh Budi Ari.

Puluhan pemuda dari 4 desa diundang dalam Latihan ini berasal dari Kecamatan Poncol,  Plaosan, Panekan dan Kecamatan Kartoharjo. “Jenis bencana alam dari berbagai kecamatan tersebut berbeda beda. Mulai dari tanah longsor, puting beliung, banjir serta bencana alam lainnya,” ungkap Budi Ari.

Selama tiga hari pelatihan digelar,  para peserta mendapat pendidikan, berupa materi teori dan praktek. Mulai dari kedaruratan lingkungan, pertolongan pertama serta pengoperasian perahu karet bermesin. Memasuki musim penghujan ini diharapkan semua lapisan masyarakat memiliki kemampuan dan pengetahuan di bidang penanggulangan kebencanaan. (fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here